Sarapan Pagi Itu Penting dan Perlu

.
Oleh Drs. Tony Sudjarwo, M.Si.

Interaksi yang berlangsung antara pendidik (guru) dan peserta didik (murid) dalam proses pembelajaran memerlukan aktivitas berpikir dan aktivitas fisik.

Sering ditemui di suatu sekolah fenomena yang menuntut perhatian. Saat upacara senin, peringatan hari besar nasional, atau kegiatan lainnya dilaksanakan di pagi hari, ada saja ditemui peserta upacara yang pingsan. Saat proses pembelajaran di kelas, ada saja ditemui peserta didik yang terlihat tidak fokus, raut muka murung, lemas, dan tak semangat belajar. Fenomena ini ditemui juga pada pendidik. Kadang pendidik terlihat kurang fokus, lesu dan murung, kurang inisiatif, serta tak bersemangat. Sebagian fenomena ini penyebabnya adalah pendidik dan peserta didik terkadang tidak sarapan pagi.

Mengapa sarapan pagi penting? Sebab, sarapan pagi ternyata merupakan satu faktor yang memengaruhi untuk mencapai proses pembelajaran yang diharapkan. Sudahkah kita mencermati ulang kembali tentang sarapan pagi?

Kita mengetahui bahwa setelah makan malam sampai pagi, ada rentang waktu yang cukup panjang (sekitar 8-10 jam) pada tubuh tidak diberi asupan makanan. Meskipun aktivitas tubuh pada malam tidak banyak, tetapi secara fisiologis tubuh menggunakan energi dan zat-zat lainnya untuk mempertahankan metabolismenya. Cirinya kita merasakan lapar saat bangun pagi.
Sarapan pagi penting bagi pendidik dan peserta didik, sebelum memulai pembelajaran. Aktivitas berpikir dan aktivitas fisik pada proses pembelajaran, sangat memerlukan gizi yang cukup.

Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa sarapan pagi dapat menambah kecerdasan akademik, meningkatkan kemampuan psikosial, lebih aktif dan lebih berinisiatif, lebih konsentrasi dalam pembelajaran, ceria, berperilaku lebih positif, kooperatif, serta mudah berteman atau bersosialisasi. Selain itu, dapat menjaga kesehatan dan meningkatkan produktivitas kerja. Saran ahli gizi perlu diperhatikan 3J, yaitu jumlah, jenis, dan jadwal makanan atau program gizi seimbang dan empat sehat lima sempurna seperti yang dianjurkan pemerintah.

Manfaat sarapan pagi, di dalam "Buku Pintar Konseling Keluarga Mandiri Sadar Gizi (Kadarzi)", dijelaskan, untuk memelihara ketahanan tubuh agar dapat belajar atau bekerja dengan baik, membantu memusatkan pikiran untuk belajar dan memudahkan penyerapan pelajaran, serta membantu mencukupi zat gizi. Selanjutnya dijelaskan pula akibat tidak sarapan pagi yaitu badan terasa lemah karena kekurangan tenaga, tidak dapat melakukan kegiatan dengan baik, tidak dapat berpikir dengan baik, perilaku malas, dan hasil pekerjaan menurun. Selain itu, tidak sarapan pagi merupakan satu kebiasaan dari sepuluh yang tidak sehat bagi otak. Padahal, kita mengetahui bahwa belajar di sekolah lebih banyak bekerja menggunakan otak daripada otot.

Zat gizi yang dibutuhkan untuk memenuhi aktivitas berpikir dan aktivitas fisik adalah energi, zat pembangun, dan zat pengatur.

Energi terutama dapat diperoleh dari karbohidrat, lemak, dan protein. Energi akan memperlancar kerja sel-sel otak saat berpikir, terutama dalam hal proses pengolahan informasi (misalnya memahami dan menyelesaikan masalah) dan penyimpanan memori (misalnya menghapal).

Zat pembangun dapat diperoleh dari protein yang terdapat dalam telur, daging, dan susu. Zat pengatur dapat diperoleh dari vitamin dan mineral, yang terdapat di dalam berbagai sayuran dan buah-buahan.

Semua tentang sarapan pagi ini harus didukung pula dengan perilaku belajar terencana dan sehat, serta lingkungan belajar yang sehat. Mudah-mudahan dapat menjadi renungan bersama bagi kita, yang terlibat dalam pembelajaran di sekolah bahwa sarapan pagi itu penting dan perlu.
Penulis, staf pengajar MTs. Ar-Rosyidiyah Kota Bandung

[ Pikiran Rakyat, Kamis, 26 Februari 2009 ]
.
.