MNPK bekerjasama dengan MPK Keuskupan Agung Semarang mengadakan Seminar dan Workshop Nasional tanggal 29-31 Oktober 2008. Seminar dan workshop ini, dari segi kepesertaan dan materi, merupakan kegiatan akbar MNPK sejak berdiri tahun 1974 sampai sekarang. MNPK mengajak sekolah dan yayasan pendidikan Katolik untuk bekerja sama, bangkit dan bergerak, menuju pembaharuan secara besar-besaran dalam meningkatkan mutu dan bersaing dalam era globalisasi.Kualitas Sekolah Katolik Menurun
Situasi nyata yang mendesak adalah fenomena menurunnya kualitas sekolah Katolik. Sekolah-sekolah Katolik kehilangan jati diri dan kiblatnya serta berat diajak berinovasi. Sekolah Katolik mau ke mana? Apa yang bisa diandalkan dari sekolah Katolik? Fenomena menurunnya kualitas sekolah Katolik dapat dilihat dari jumlah murid cenderung turun setiap tahun; banyak sekolah yang ditutup karena kehabisan murid; banyak guru yayasan pindaj menjadi guru PNS atau pindah ke yayasan lain. Alasan pindah yakni karena gajinya rendah dan suasana sekolah tidak kondusif; sarana-prasarana sekolah tidak memadai, manajemen pendidikan kurang profesional dan sumber finansial sangat terbatas.
Salah satu akar permasalahan menurunnya kualitas sekolah Katolik adalah kurangnya kerjasama antara sekolah Katolik; dan antara sekolah Katolik dengan stakeholders. Sekolah Katolik berjalan sendiri-sendiri, apalagi yang besar dan bonafide, sehingga terjadi persaingan tidak sehat. Sekolah Katolik yang kecil, lemah dan minus dalam berbagai aspek selalu berada dalam posisi yang kalah saing dan akhirnya ditutup.
Sekolah Katolik, Siapa bertanggungjawab?
Sekolah Katolik termasuk kategori sekolah swasta, atau sekolah berdasarkan ciri khas keagamaan menurut bahasa UU Sisdiknas. Terhadap pertanyaan, siapa yang bertanggungjawab atas sekolah Katolik, dapat dijawab dengan pertanyaan berikutnya "apa yang dimaksud dengan sekolah Katolik, kapan suatu suatu sekolah disebut Katolik"? Kanon 803, Kanon 800, memberikan jawaban jelas dan tegas bahwa sekolah Katolik merupakan tanggungjawab uskup, para pastor paroki, umat beriman kristiani (orangtua siswa, pemerhati pendidikan Katolik), pendiri sekolah Katolik (tarekat religius). Karena itu kualitas dan keunggulan sekolah Katolik pertama-tama dan terutama ditentukan oleh komitmen stakeholders sekolah Katolik tersebut.
Pentingnya Kerjasama dalam MNPK dan MPK
Majelis Masional Pendidikan Katolik (MNPK) adalah wadah koordinasi yayasan / lembaga penyelenggara pendidikan Katolik di tingkat nasional di bawah koordinasi Komisi Pendidikan KWI. Majelis Pendidikan Katolik (MPK) adalah wadah koordinasi yayasan / lembaga penyelenggara pendidikan Katolik di tingkat keuskupan di bawah koordinasi Komisi Pendidikan Keuskupan. Ruang lingkup MNPK dan MPK adalah pendidikan formal pada pendidikan anak usia dini, dasa dan menengah.
Ketika dibentuk pada tahun 1974, fungsi MNPK dirumuskan antara lain (1) mengkoordinasikan, mempersatukan, mengarahkan dan mengembangkan karya pendidikan Katolik secara nasional; (2) menentukan kebijakan pendidikan Katolik di tingkat nasional, sesuai dengan arah dasar dan kebijakan pendidikan MAWI (KWI) atau PWI Pendidikan (Komisi Pendidikan KWI) dan pendidikan nasional. MNPK, sama seperti PAPKI, APTIK dab IIPK berada di bawah koordinasi Komisi Pendidikan KWI.
Tujuan Seminar dan Workshop
Seminar dan Workshop mengajak segenap komponen pendidikan Katolik untuk bersama-sama:
- menggali dan memgenali kembali ajaran Gereja Katolik sebagai fondasi dan dasar penyelenggaraan pendidikan Katolik;
- merancang kurikulum pendidikan Katolik berdasarkan nilai-nilai Kristiani;
- berani proaktif dengan mengembangkan pendidikan Katolik ke arah pembentukan karakter dan jiwa "entrepreneurship" kristiani;
- bangkit dan bergerak dari habitus lama ke habitus baru dengan mengembangkan "living values";
- mengkaji secara kritis dan selektif serta mengimplememtasikan dengan bijak filsafat pendidikan, khususnya paradigma pendidikan Pedagogi Reflektif dan konstruktivisme dalam pembelajaran;
- menyadari realitas masyarakat Indonesia yang plural dan multikultural dan fenomena politik pendidikan Indonesia serta menemukan strategi baru dalam karya kerasulan pendidikan;
- mendorong penyelenggara untuk berani menghadapi tantangan globalisasi dengan mempersiapkan sekolah Katolik berstandar internasional dalam rangka "go international"
What Next
Dengan seminar ini, MNPK may merangsang pengurus yayasan-yayasan dan lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan Katolik se-Indonesia dengan beberapa pemikiran sebagai dorongan ke arah pembaharuan yang berani, seperti iman kristiani sebagai fondasi dan dasar-dasar pendidikan Katolik, manajemen pendidikan baru, seperti pendidikan entrepreneruship dan motivasi untuk bekerja sama lebih erat dalam rangka mengimplementasikan filsafat dan paradigma baru pendidikan.
( Sumber: Tulisan Pastor Karolus Jande, Pr., Ketua MNPK, dalam Majalah Educare, Januari 2009).
***