.
Oleh Titie Surtiyah
Perkembangan baru terhadap pandangan belajar- mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya. Proses pembelajaran dan hasil belajar siswa banyak ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru.
GURU merupakan faktor dominan dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Depdikbud (1994:4) menyatakan bahwa komponen yang memengaruhi proses belajar-mengajar (PBM) adalah siswa, kurikulum, guru, metode, sarana prasarana, dan lingkungan. Dari komponen tersebut, komponen gurulah yang lebih menentukan karena guru yang akan mengelola komponen yang lainnya. Dengan demikian, guru diharapkan dapat meningkatkan kegiatan proses belajar-mengajar sesuai dengan tuntutan kurikulum.
Guru memiliki peranan strategis dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Hal itu dapat dipahami karena guru adalah profesi pendidikan yang langsung berhubungan dengan peserta didik. Perkembangan baru terhadap pandangan belajar-mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya. Proses pembelajaran dan hasil belajar siswa banyak ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru.
Peningkatan kemampuan profesionalime guru tidak terlepas dari peran Dinas Pendidikan dan K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah). Misalnya dalam upaya menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti seminar, lokakarya, workshop, dan penataran. Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kompetensi guru adalah melalui forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).
Dengan melihat kondisi keadaan guru di lapangan yang sangat bervariasi dilihat dari latar belakang pendidikan, pangkat dan golongan, masa kerja, pengalaman mengajar, serta keadaan wilayah, kehadiran MGMP sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan kualitas mata pelajaran. Terutama untuk menyamakan persepsi, substansi materi, pemilihan metode, serta penentuan pola evaluasi yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan kondisi yang ada. Mengingat setiap mata pelajaran bersifat dinamis dan melibatkan manusia.
Inovasi pendidikan yang mungkin dapat dilaksanakan melalui kegiatan MGMP adalah inovasi yang ada kaitan dengan konsep perangkat pembelajaran melalui kegiatan pembelajaran dengan cara mengajar TPK, pengembangan pembelajaran berbasis teknologi informasi, penilaian proses belajar dan penilaian hasil belajar. Pengembangan inovasi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dapat diwujudkan dalam pengembangan program perangkat pembelajaran, pelaksanaan program perangkat pembelajaran, dan evaluasi program perangkat pembelajaran.
Faktor intern yang memengaruhi inovasi peningkatan kualitas pendidikan di antaranya adalah SDM guru, kedisiplinan guru, dan kesejahteraan guru. Sedangkan faktor ekstern yang memengaruhi pengembangan inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di antaranya adalah izin kepala sekolah, keterbatasan dana, dan keterbatasan sarana prasarana. Upaya untuk mengatasi kendala baik faktor intern maupun ekstern adalah mengikutsertakan pengurus MGMP untuk mengikuti penataran ke tingkat nasional, mengadakan pembinaan terhadap guru, dan mengimbau kepala sekolah agar memasukkan dana kegiatan MGMP ke APBS.
Dengan adanya kegiatan MGMP, diharapkan apa yang menjadi persoalan guru di lapangan yang menyangkut upaya peningkatan kualitas pendidikan sesuai dengan tuntutan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dapat terpecahkan.
Melalui kegiatan MGMP, diharapkan kemampuan guru dapat meningkat yang pada akhirnya akan berpengaruh positif terhadap kinerja guru dalam menjalankan fungsinya. Wallahualam bishawab. Semoga bermanfaat! ***
Penulis, guru SMP Negeri 15 Bandung serta Ketua Bidang Sistem Penilaian dan Pengujian MGMP Bahasa Inggris Kota Bandung.
[ Harian Pikiran Rakyat, Kamis, 8 Januari 2009 ]
.
.